Era baru investasi kian nyata di Kalimantan Barat. Sepanjang tahun 2025, jumlah investor pasar modal di provinsi ini menembus angka 258.248 orang. Capaian tersebut menandai lonjakan signifikan dengan tambahan 71.173 investor baru hanya dalam satu tahun, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan modern.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pasar modal tidak lagi dipandang sebagai instrumen eksklusif. Masyarakat dari berbagai latar belakang mulai memanfaatkan investasi sebagai alternatif selain menabung. Perubahan perilaku finansial ini menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi daerah.
Investor Pasar Modal di Kalimantan Barat Tembus 258 Ribu Orang
Kepala Pelaksana Harian Wilayah Bursa Efek Indonesia Kalimantan Barat, Ardhy Anto, menyebut lonjakan Investor Pasar Modal didorong oleh program literasi keuangan yang dilakukan secara konsisten. Sepanjang 2025, hampir seribu kegiatan edukasi digelar dan menjangkau lebih dari 170 ribu peserta di berbagai kabupaten dan kota.
Keberadaan 32 Galeri Investasi BEI di Kalimantan Barat turut berperan besar. Galeri ini menjadi pusat edukasi sekaligus akses pembukaan rekening efek yang mudah dan terjangkau. Melalui pendekatan langsung ke kampus, sekolah, dan komunitas, stigma bahwa investasi hanya untuk kalangan tertentu perlahan memudar.
Pertumbuhan investor di Kalimantan Barat sejalan dengan kinerja pasar modal nasional. Hingga akhir 2025, jumlah investor di Indonesia telah mencapai 20,3 juta orang.
Indeks Harga Saham Gabungan mencatat penguatan 22,10 persen, sementara kapitalisasi pasar menembus Rp16 ribu triliun. Kondisi ini meningkatkan kepercayaan publik terhadap pasar modal sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Memasuki 2026, BEI Kalimantan Barat tidak hanya menargetkan penambahan investor ritel. Fokus juga diarahkan pada perusahaan daerah agar dapat memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan. Melalui kegiatan seperti Workshop Go Public, pelaku usaha lokal didorong untuk melantai di bursa melalui penawaran saham perdana.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat. Pasar modal tidak hanya menjadi tempat menanamkan dana, tetapi juga sarana mendorong pertumbuhan perusahaan lokal dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Lonjakan investor pasar modal di Kalimantan Barat menandai perubahan pola pikir masyarakat menuju pengelolaan keuangan yang lebih produktif. Dengan literasi yang terus diperkuat, pasar modal berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Demikian informasi seputar investor pasar modal di Kalimantan Barat. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Readaksi.Com.

