Home ยป Mengenal 3 Sosok Kartini Indonesia Masa Kini.

Mengenal 3 Sosok Kartini Indonesia Masa Kini.

by admin
0 comment

kartini Indonesia ini yang berperan penting dalam kemajuan bangsa

Tanggal 21 April ditetapkan pemerintah sebagai hari bersejarah untuk mengenang jasa perempuan pembaharu Indonesia yang juga menjadi pahlawan nasional, Raden Ajeng (RA) Kartini. Semasa kolonial, kartini adalah sosok perempuan muda revolusioner tanah air yang membela hak perempuan Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan perlakuan yang adil.

Kartini adalah sosok yang cerdas, usaha dan kegigihanya agar perempuan Indonesia dapat bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang sama dengan kaum laki-laki, patut dijadikan teladan bagi kita semua.

Ruh Kartini sebagai perempuan yang cerdas dan pemberani, serta mengedepankan kepentingan masyarakat banyak juga dapat kita temui dalam diri perempuan hebat berikut ini :

Tri Rismaharini (tirto.id)

1.Tri Rismaharini

Risma atau Tri Rismaharini adalah wanita pertama yang terpilih menjadi Walikota Surabaya sepanjang sejarah. Wanita kelahiran Kediri, Jawa Timur ini juga menjadi wanita pertama yang dipilih langsung menjadi Walikota melalui pemilihan kepala daerah. Kini, ia tengah menjabat periode keduanya sebagai walikota Surabaya.

Risma adalah sosok perempuan yang rendah hati, tegas, merakyat dan juga jujur. Dengan gaya kepemimpinanya yang terbuka dan transparan, membuatnya begitu dekat dan dicintai masyarakat Surabaya. Selama ia menjabat, kota Surabaya telah mengalami perubahan yang amat positif. Risma berhasil mengatur tata kota menjadi lebih baik, lingkungan menjadi bersih dan rapi. Ia juga melakukan reformasi birokrasi, sehingga pengurusan berbagai administrasi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

Di tahun 2014. Risma juga memperoleh penghargaan dari The City Mayor Fondation dan menempati posisi ketiga sebagai walikota terbaik di dunia.

2.Susi Pudjiastuti.

Susi Pudjiastuti selalu dikenal sebagai sosok perempuan yang unik dan nyentrik. Namanya mulai melambung, paska ia dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan dalam masa pemerintahan Joko Widodo atu Jokowi.

Susi yang saat ini menjadi Menteri, ternyata memiliki masa lalu yang amat menarik. Susi harus terpaksa keluar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) karena keaktifanya digerakan golput. paska kejadian tersebut, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan jenjang pendidikanya dan lebih memilih untuk terjun dalam dunia usaha.

Susi menjual seluruh perhiasan yang dimilikinya untuk digunakan sebagai modal awal dalam berbisnis. Kala itu jumlah uang yang terkumpul sebesar Rp 750.000. dengan uangnya itu, Susi beralih profesi menjadi pengepul ikan didaerah tempat tinggalnya. Usaha yang dimilikinya terus mengalami kemajuan, hingga akhirnya ia berhasil mendirikan maskapai penerbangan yang saat ini bernama PT.ASI Pudjiastuti Aviation.

Selama menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi telah menerapkan kebijakan yang yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Salah satu program kebijakan yang popular adalah penerapan UU Ilegal Fishing yang membuat para pencuri ikan dari negeri tetangga di tanah air menjadi jera, dan membuat produksi ikan Indonesia melambung tinggi.

3.Sri Mulyani Indrawati

Dalam masa pemerintahan Jokowi, Sri Mulyani kembali diangkat menjadi Menteri Keuangan Republik Indonesia. Sebelumnya di era SBY Sri Mulyani juga pernah menduduki posisi Menteri dengan jabatan yang sama. Ia juga sempat menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia pada periode juni 2010 hingga juli 2016.Semasa menjabat sebagai menteri di pemerintahan Jokowi-Jk, ia berhasil menjadikan ekonomi di Indonesia tetap stabil ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi dan geopolitik global. Ia juga mampu mencatatkan defisit anggaran terendah dalam enam tahun terahkir pada tahun 2018, yaitu 1,76 persen dari produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, Sri Mulyani juga berhasil menjadikan nilai tukar rupah tetap stabil ditengah perang dagang antara Amerka Serikat dan China. Atas capaian gemilangnya tersebut, Sri Mulyani dinobatkan menjadi Menteri terbaik se-Asia Pasifik 2019 versi majalah FinanceAsia.

You may also like

Leave a Comment