Home ยป Analisis Harga Pasar Cabai Setelah Lebaran

Analisis Harga Pasar Cabai Setelah Lebaran

by Kambali Mansur
0 comment

Stok menipis, berikut ini analisis harga pasar cabai

Berbagai harga kebutuhan pokok menjelang dan ketika lebaran naik merupakan hal yang wajar, mengingat stok yang menipis dan penawaran yang banyak. Lalu bagaimana harga setelah lebaran, berikut ini analisis harga pasar kebutuhan pokok terutama cabai.

Analisis Harga Pasar dan Kebutuhan Pangan di Pasar

Berbagai komoditas bahan pangan di pasar tradisional memiliki harga yang tidak berubah sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri. Beberapa harga kebutuhan kembali normal dan stabil setelah libur lebaran.

Dilansir dari Liputan6.com, Jumat (14/6) yang telah meninjau beberapa harga kebutuhan pangan di Pasar Mencos, Setiabudi, Jakarta Selatan, diketahui jika harga cabai hingga bawang terpantau menurun jika dibandingkan dengan saat Lebaran kemarin.

Harga cabai merah keriting di jual dengan harga Rp 40 ribu per kilogram (kg). kemudian untuk cabai jenis rawit banderol dengan harga Rp 30 ribu per kg. Harga tersebut masih dapat dikatakan belum terlalu stabil dan belum banyak mengalami perubahan.

Apabila harga cabai tidak terlalu meroket dan masih terdapat stok, berbeda dengan sayuran yang mulai menipis stoknya. Hal tersebut disebabkan masih banyak penyetok sayuran di pasar induk belum mulai aktif berjualan.

Meskipun demikian mulai hari ini sudah seharusnya jika pasar induk kembali mulai beroperasi normal, mengingat libur lebaran sudah satu minggu lebih lewat.

Beberapa waktu sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti mengakui berkaitan dengan kenaikan harga cabai merah di pasaran. Dirinya menyatakan jika fenomena tersebut sudah terpantau sejak H-60 Lebaran.

Diprediksi jika mulai minggu ini harga dan stok kembali stabil (kelung.com)

“Cabai merah mungkin agak sedikit naik ya. Saya pelajari dari beberapa waktu mungkin karena pasokan. Dari H-60 sampai H+5 harganya stabil tinggi,” kata Tjahya Widayanti, dilansir dari liputan6.com, Rabu (12/6/2019).

Menurutnya faktor penyebab utama kenaikan dari harga cabai merah adalah kekurangan pasokan. Sementara proses distribusi sendiri terpantau aman.

“Saya duga ada kekurangan pasokan. Tapi yang lain secara umum aman. Mungkin sudah panen di beberapa tempat hanya belum bisa memenuhi. Distribusinya kita lihat, karena apa nih. Masa enggak ada bencana alam kok bisa. Jadi belum bisa memenuhi kebutuhan secara keseluruhan,” ungkapnya.


Tjahya Widayanti juga memastikan, jika adanya arus mudik maupun balik tidak akan mengganggu distribusi bahan pokok termasuk cabai merah. Hal tersebut dikarenakan pada periode tersebut distribusi bahan pokok diprioritaskan.

Berkaitan dengan konsumsi masyarakat sepanjang Lebaran tahun ini, Tjahya Widayanti menyatakan jika berdasarkan analisis harga pasar terpantau stabil dan tidak ada perbedaan mencolok jika dibandingkan dengan tahun lalu.

You may also like

Leave a Comment