Home ยป Anwar Usman, Ketua MK yang Dulunya Guru Honorer

Anwar Usman, Ketua MK yang Dulunya Guru Honorer

by Kambali Mansur
0 comment

Adanya sidang MK terkait sengketa pilpres, membuat Ketua MK menjadi sorotan.

Setelah Sidang sengketa Pilpres 2019 yang pertama telah digelar oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada 14 Juni lalu, publik setidaknya diberikan pelajaran tentang hukum. Namun tidak banyak yang salah fokus terhadap Ketua MK Anwar Usman.

Tampil dengan santai saat memimpin sidang Anwar Usman menjadi sorotan, dan tidak sedikit yang penasaran dan kemudian melakukan penelusuran di mesin pencarian.

Mengenal Anwar Usman, Ketua MK yang Jadi Populer

‘Perempuan dalam Pasungan’, film yang pernah dimainkan oleh Anwar Usman (bukalapak)

Memang masyarakat Indonesia akan menaruh perhatian pada MK, dikarenakan MK yang pada akhirnya akan menentukan siapa pasangan calon presiden dan wakil presiden yang memenangkan Pilpres 2019.

Anwar Usman sendiri adalah ketua MK dan menjadi satu dari sembilan hakim yang menangani sengketa hasil pilpres 2019. Anwar Usman merupakan Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2018-2020, sebelumnya dirinya sudah berpengalaman menjabat sebagai wakil ketua MK sebanyak dua periode.

Meskipun demikian, masih ada saja masyarakat yang meragukan idependensi Anwar Usman. Agar tidak ragu, sebaiknya kita ketahui beberapa fakta menarik berkaitan dengan Ketua MK kita ini.

1.Mulanya adalah Guru Honorer

Pasti banyak yang tidak percaya jika seorang Anwar Usman sebelum menjadi Ketua MK merupakan guru honorer. Anwar Usman dibesarkan di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat.

Setelah lulus dari SDN 03 Sila, Bima pada 1969, Anwar melanjutkan pendidikan ke Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) selama 6 tahun.

Lulus dari PGAN pada tahun 1975, Anwar merantau ke Jakarta dan menjadi guru honorer di SD Kalibaru. Saat itu pula Anwar melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1 di Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta.

Anwar lulus pada 1984 dan mencoba ikut tes menjadi calon hakim. Setelah lolos kemudian dirinya diangkat menjadi Calon Hakim Pengadilan negeri Bogor pada tahun 1985.


2. Pelaku Teater

Berpengalaman di teater dan film, maka ya pantas saja Anwar Usman tampak selalu tenang dalam mengahadapi berbagai suasana seperti sidang MK. Ketika di Jakarta, Anwar aktif dalam kegiatan teater kampus di bawah asuhan Ismail Soebarjo dan tercatat sebagai anggota Sanggar Aksara. Anwar juga pernah main dalam film yang dibintangi oleh Nungki Kusumastuti, Frans Tumbuan dan Rini S. Bono pada tahun 1980.

3. Memiliki Kekayaan 18,4 Miliar

Catatan LHKPN (yang dirilis KPK per akhir tahun 2016) menuliskan jika Anwar Usman memiliki kekayaan dengan total Rp 19,4 Miliar. Kekayaan tersebut terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 4,5 miliar, kendaraan yang bernilai Rp417 juta, dan piutang sebesar Rp85 juta.

Namun kekayaan terbesar Anwar adalah berupa giro dan kas lainnya, yang memiliki nilai mencapai Rp12,9 miliar. Selain itu Ketua MK yang selalu ramah ini juga memiliki surat berharga dengan nilai 500 juta.

You may also like

Leave a Comment