Nusa Raya Cipta, Investasi Sandiaga Uno yang Melejit Naik

Meski kalah di pilpres 2019, Sandiaga Uno melalui Nusa Raya Cipta meraih untung

Meskipun diumumkan kalah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam pencalonan calon wakil presiden, bukan berarti bisnis milik Sandiaga Uno juga kalah. Siapa yang mengira kalau saham cawapres pasangan Prabowo Subianto tersebut justru melejit, salah satunya melalui Nusa Raya Cipta.

Membongkar Strategi-Strategi Nusa Raya Cipta

Mungkin publik hanya mengetahui jika Sandiaga Uno yang hanya identik dengan Saratoga, namun dibaliknya tidak sesederhana itu. Perlu untuk diketahui jika PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) fokus pada tiga sektor industri untuk melakukan investasi.

Tercatat lima dari tujuh saham yang terafiliasi dengan Sandiaga Uno ditutup melonjak pada bursa saham. Sesudah pengumuman kekalahan Sandiaga Uno, saham PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA) ditutup dengan naik 1,67% sebesar 6 poin ke level Rp366 per lembar, dengan nilai kapitalisasi pasar saham NRCA mencapai Rp913,6 miliar dengan imbal hasil 1,29% setahun.

Nusa Raya Cipta adalah Main Contractor  pembangunan Apartemen Pacific Garden (matranews.id)

Industri yang paling besar diinvestasikan Saratoga yaitu sumber daya alam dengan porsi 53 persen. Selain itu Saratoga juga berinvestasi pada sektor infrastruktur sebesar 30 persen dan konsumen sebesar 17 persen.


Saratoga dalam melakukan investasi terbagi dalam berbagai bidang di antaranya di sektor emas, migas, konsume, sumber daya alam, dan infrastruktur. Di sektor infrastruktur Saratoga berinvestasi di Nusa Raya Cipta dalam bidang konstruksi.

 
Melejitnya PT Nusa Raya Cipta Tbk sendiri tidak lepas dari strategi yang mereka miliki. Pada tahun 2019 ini saja, NRCA menargetkan kontrak baru sebesar Rp 3,5 triliun dengan pendapatan sebesar Rp 2,7 triliun. Pada tahun 2018 emiten konstruksi ini telah tercatat membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp 2,69 triliun. Berarti terjadi kenaikan target di tahun ini.

Berkaitan dengan berbagai kontrak baru yang diperoleh NRCA, kebanyakan merupakan pelanggan yang sebelumnya telah melakukan kerjasama. Kontrak baru yang diraih Nusa Raya Cipta pada tahun ini terdiri atas berbagai macam proyek mulai dari pabrik, rumahsakit, pusat perbelanjaan, hotel hingga apartemen.

[artikel number=3 tag=”Market, sandiaga-uno, infrasetruktur”]

Hingga Bulan April lalu, NRCA telah mendapatkan kontrak baru sebesar Rp 1,51 triliun, angka tersebut di atas target semester I-2019 sebesar Rp 1,23 triliun. Salah satu sterategi yang diterapkan NRCA adalah dengan terus mempertahankan pangsa pasar pada sektor komersial dan industri.  

Selain itu NRCA juga akan melakukan pengembangan di bidang properti dan infrastruktur. Hal menarik lainnya yang ditawarkan oleh NRCA adalah dengan menawarkan jasa-jasa konstruksi beragam seperti desain dan konstruksi.

Strategi yang dilakukan oleh Nusa Raya Cipta tersebut tergolong efektif untuk mendapatkan biaya yang bersaing dengan hasil yang berkualitas, denga cara memberikan sistem, konsep desain, studi, analisa biaya, dan jasa konstruksi pada pemilik proyek.